<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eden Club Unai &#187; aromatherapy</title>
	<atom:link href="http://edenclubunai.org/tag/aromatherapy/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edenclubunai.org</link>
	<description>Kelompok Pencinta Alam dan Pendaki Gunung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2009 08:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Membuat Bivouck (Shelter)</title>
		<link>http://edenclubunai.org/membuat-bivouck-shelter.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/membuat-bivouck-shelter.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[aromatherapy]]></category>
		<category><![CDATA[selada air]]></category>
		<category><![CDATA[singkong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.
Macam –macam bivouck :
1.    Shelter asli alam ; Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor]. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua.
2.    Shelter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membuat bivouck atau shelter perlindungan dalam keadaaan darurat sebenarnya bertujuan untuk untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin dan gangguan binatang.</p>
<p>Macam –macam bivouck :<br />
1.    Shelter asli alam ; Gua [yang bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun dan tidak mudah longsor]. Ingat ! didalam gua jangan berteriak karena dapat meruntuhkan dinding gua.<br />
2.    Shelter buatan dari alam ; daun-daunan yang lebar, ranting kayu, atau separuhnya alam dan separuhnya butan [misalnya ponco di kombinasi dengan ceruk batu atau pohon tumbang atau ranting kayu]</p>
<p>Syarat bivouck :<br />
•    Hindari daerah aliran air [bila terpaksa, maka gunakan bivouck panggung]<br />
•    Di atas bivouck / shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh<br />
•    Bukan sarang nyamuk/serangga<br />
•    Bahan kuat<br />
•    Jangan terlalu merusak alam sekitar<br />
•    Terlindung langsung dari angin<br />
Mengatasi Gangguan Binatang<br />
Nyamuk ; Obat nyamuk, autan, dll , Bunga kluwih dibakar, Gombal / kain butut [dalam keadaan memaksa, penulis pernah memotong lengan baju kaos sebagai pengganti gombal] dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk , Gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk</p>
<p>Laron ; Mengusir laron yang terlalu banyak dengan cabe yang digantungkan<br />
Disengat Lebah ; Oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-kali, Tempelkan tanah basah/liat di atas luka sengatan, Jangan dipijit-pijit, Tempelkan pecahan genting panas di atas luka, Olesi dengan petsin untuk mencegah pembengkakan<br />
Gigitan Lintah ; Teteskan air tembakau pada lintahnya, Taburkan garam di atas lintahnya, Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, Taburkan abu rokok di atas lintahnya, Membuang [mengais] lintah upayakan dengan patahan kayu hidup yang ada kambiumnya.<br />
Semut Gatal ; Gosokkan obat gosok pada luka gigitan, Letakkan cabe merah pada jalan semut, Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut<br />
Kalajengking dan lipan; Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar, Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka, Taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka, Taburkan garam di sekeliling bivouck untuk pencegahan<br />
Ular dll ; Untuk mencegah dan mengobati secara darurat gigitan dan sengatan binatang berbisa mematikan harus mempelajari Emergency Medical Care [EMC]</p>
<p>Membaca Jejak</p>
<p>Ada beberapa jenis jejak yang dapat diidentifikasi, yaitu jejak buatan, maksudnya adalah jejak yang dibuat oleh manusia dan jejak alami yaitu tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan.<br />
Jejak alami biasanya menyatakan tentang jenis binatang yang lewat dan ada disekitar, arah gerak binatang, besar kecilnya binatang, cepat lambatnya gerak binatang. Untuk membaca jejak alami [binatang] dapat diketahui dari telapak yang ditinggalkan, kotoran yang tersisa, pohon atau ranting yang patah, lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput.<br />
Air<br />
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tersebut hanya dapat bertahan hidup 3 &#8211; 5 hari saja tanpa air.<br />
Ada air yang tidak perlu dimurnikan, seperti air hujan langsung. Untuk memperoleh air hujan langsung dalam keadaaan sirvive di alam bebas, maka dapat dengan cara memampung dengan ponco atau daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan [nesting atau phipless]<br />
Air dari tanaman rambat/rotan atau bambu. Cara memperolehnya, yaitu potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut.<br />
Selain rotan, bambu dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga (kantung semar) dan lumut.<br />
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu antara lain adalah air sungai besar, air sungai tergenang, air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut). Untuk mendaptkan air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan<br />
Berikutnya air juga dapat diperoleh dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya [bongkahnya] lalu buat lubang ditengahnya maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan.</p>
<p>Makanan</p>
<p>Dalam kondisi hidup dialam bebas ada berbagai makanan yang dapat di konsumsi, tetapi harus memperhatikan beberapa syarat dan patokan berikut :<br />
•    Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia<br />
•    Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok<br />
•    Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo dan pepaya.<br />
•    Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan, lengan, bibir dan atau lidah, tunggu sesaat. Apabila terasa aman bisa dimakan.<br />
•    Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam</p>
<p>Note ;</p>
<p>Hubungan air dan makanan; Untuk makanan yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit, Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan, Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak.</p>
<p>Tumbuhan yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya : Permukaan daun atau batang yang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir dan tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat [dapat dicoba di ujung lidah]</p>
<p>Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa batangnya :<br />
•    Batang pohon pisang (putihnya)<br />
•    Bambu yang masih muda (rebung)<br />
•    Pakis dalamnya berwarna putih<br />
•    Sagu dalamnya berwarna putih<br />
•    Tebu</p>
<p>Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa daunnya :<br />
•    Selada air<br />
•    Rasamala (yang masih muda)<br />
•    Daun mlinjo<br />
•    Singkong</p>
<p>Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa akar dan umbinya :</p>
<p>Ubi jalar, talas, singkong<br />
Bagian-bagian tumbuhan yang dapat dimakan berupa Buahnya :<br />
Arbei, asam jawa, juwet<br />
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :<br />
•    Jamur merang, jamur kayu. Tetapi ada beberapa jenis jamur mempunyai beracun yang ciri-cirinya adalah :<br />
•    Mempunyai warna mencolok<br />
•    Baunya tidak sedap<br />
•    Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning<br />
•    Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan<br />
•    Bila diraba mudah hancur<br />
•    Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya<br />
•    Tumbuh dari kotoran hewan<br />
•    Mengeluarkan getah putih</p>
<p>Selain tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam dapat dimakan juga, misalnya Belalang, Jangkrik, Tempayak putih (gendon), Cacing, burung, Laron, Lebah, larva, Siput/bekicot, Kadal [bagia belakang dan ekor], Katak hijau, Ular [1/3 bagian tubuh tengahnya], Binatang besar lainnya.</p>
<p>Ada beberapa ciri binatang yang tidak dapat dimakan, yaitu :<br />
•    Binatang yang mengandung bisa : lipan dan kalajengking<br />
•    Binatang yang mengandung racun : penyu laut<br />
•    Binatang yang mengandung bau yang khas : sigung / senggung</p>
<p>Api</p>
<p>Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.</p>
<p>Cara membuat api dalam keadaan darurat :<br />
•    Dengan lensa / Kaca pembesar ; Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.<br />
•    Gesekan kayu dengan kayu ; Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar<br />
Busur dan gurdi ; Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul / sabut terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/membuat-bivouck-shelter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Burangrang Eden Club 2008 Bag. 5</title>
		<link>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 03:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[aromatherapy]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[candle wholesale]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>
		<category><![CDATA[sunset beach]]></category>
		<category><![CDATA[tape]]></category>
		<category><![CDATA[waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian Burangrang Eden Club 2008
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB
JAL: Laporan Perjalanan
Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja
Curug Eden sebelum di eksploitasi th [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendakian Burangrang Eden Club 2008<br />
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB<br />
JAL: Laporan Perjalanan</p>
<p>Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola<br />
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma<br />
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja</p>
<p>Curug Eden sebelum di eksploitasi th 1997</p>
<p>setelah melewati curug Eden kami beserta rombongan dipandu oleh ketua Eden Club (lelaki yg tdk pernah<br />
lepas kupluknya kecuali saat berdoa) melewati hutan pinus yg udah tinggi sekitar 7 meter pdhl waktu 10<br />
tahunan yg lalu baru sekitar 1 meteran Bang Alvi, Bang Johny ingat kan. Setelah itu kami nembus jalan<br />
raya yg biasa membawa kita ke Situ Lembang dan Pos pembayaran telah kami lewati jauh dibelakang.<br />
Sekedar info Bow.. gubug itu bukan yg dulu kita foto-an sama Efi Gulo dan Fenti yg latar belakangnya<br />
kebun teh tapi jauh kedepannya pas tikungan/pengkolan pertama di lembah Burangrang.<br />
Edeners!! ini lokasi hutan pinus diatas Curug Eden yang kemarin kita lewati sebelum nembus jalanan.<br />
ngk nyangka kan bisa seperti itu sekarang..orang yang paling jauh berdiri adalah gw.</p>
<p>Tepat dibelakang Gubug inilah lokasi kami akan menanjak ledih dari 45 derajat arah barat daya&#8230;jalurnya memang top<br />
banget ngk bakalan nyangka deh ada jalur seperti itu dan langsung nembus hampir setengah jalan..tapi tanjakannya itu<br />
loh..bikin napas senin kemis&#8230;suer (salut buat yg punya jalur &#8230;.Edeners UNAI)</p>
<p>Kami berpose sejenak untuk meyakinkan diri bahwa kami..walaupun sudah rada tua tp masih punya semangat muda<br />
dan kami ingin memberikan motovasi kepada yg lain bahwa usia tidak menjadi kendala utk mencintai alam ciptaan Tuhan.<br />
Perhatikan tatapan Pak Solaiman melihat jalur yg akan kami daki..mampukah kami??????????????</p>
<p>Setelah minum dan sedikit mengaso, kami mempersiapkan diri menanjak&#8230;dimulailah perjuangan itu. Dalam hati masa sih<br />
ada jalur pendakian dari sisi ini? tp akhirnya ngikut aja..boro-boro mau fotoan napas aja udah mau putus&#8230;ngak lagi deh<br />
gw kapok naik burangarang&#8230;gw bilang ini deh yg terakhir gw naik gunung (hehehe&#8230;bulan ini..bulan depan dst tetep..) biasa<br />
omelan sesat. Tapi setelah dapat jalur yang datar mulai kekesalan dan rasa cape itu terobati..walaupun terseok2 paling belakang<br />
gw coba terus berjalan sekedar membuktikan pada diri sendiri dan Edeners yg lain bahwa gw dulu pernah gesit, hebat dan mampu<br />
untuk sekedar melewati jalur2 seperti ini.</p>
<p>Satu puncak demi puncak yang lain terlewati walaupun berada paling buntut..gpp..egp..biar dibilang lelet ya sudahlah..<br />
Perjalanan dilewati sambil ngobrol dan bercanda..Bintang, Edlong, Pak Solaiman memimpin di depan karena mereka sudah tidak<br />
tahan dan tampaknya kangen sekali utk secepatnya mendekap puncak burangrang..Rici dan rekan2 lainnya mobile..keatas kebawah<br />
sambil memberikan semangat termasuk kepada gw..&#8221;ayo Bang..kamu bisa!&#8221; begitu ucapan mereka. Nah Pas sudah setengah jalan terlewati<br />
ada suatu tragedi: &#8220;Monica kram!!!!!!!!!!!&#8221; yah begitu kabar yg gw terima dari Rici dkk..trus gw tanya siapa yg nemenin dibawah mereka<br />
bilang bertiga perempuan semua Ida, Monic dan Grace kalau ngk salah. Trus gw bilang kok ngk ada cowok yg nemenin gimana sih<br />
kasihan kan ntar gmn kalau ada monyet yg ganggu mereka? Trus mereka ada bw makanan ngk? ada katanya</p>
<p>Tapi itulah mungkin para cowok merasa cewek2 eden orangnya mandiri dan kuat2 kok. iya sih tp eniwei mereka juga manusia..wanita<br />
yg lemah dan butuh perhatian dan kasih sayang dari lawan jenisnya at least ada yg nemenin gitu lohh&#8230;Tapi akhirnya kami semua yg 23<br />
orang lainnya terus berjalan..naik turun hingga sampai ditebing yg sebelah kanannya adalah jurang dimana kita ingat tempat ini seperti<br />
tanjakan setan kalau di G. Gede. Dengan sigap ketua Eden Club dan staffnya memasang tali kernmantel pink yang tahun 1997 lalu<br />
dibeli oleh Edlong dkk dari ujung satu ke ujung yg lain ditambatkan dari pohon ke pohon sbg pengaman buat yg naik. Kerja yg baik dan inisiatip.</p>
<p>Kami satu persatu meniti tali itu hanya 20 meteran dari tali itulah puncak burangrang yg megah telah menanti kami&#8230;dan begitu gw nongolin kepala<br />
sudah kelihatan seorang Edeners sedang berteriak2 diatas tugu sambil buka baju&#8230;akhirnya sampai juga&#8230;setelah 11-12 tahun tidak menyambangimu<br />
oh&#8230;puncak burangrang&#8230;we are coming back to see you..to hold you&#8230;&#8230;(weleh..weleh..)</p>
<p><!-- Start code --><br />
<script src="http://www.mypagerank.net/services/sbt/sbt.php" type="text/javascript"></script><br />
<!-- End code --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
