<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eden Club Unai &#187; burangrang</title>
	<atom:link href="http://edenclubunai.org/tag/burangrang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edenclubunai.org</link>
	<description>Kelompok Pencinta Alam dan Pendaki Gunung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2009 08:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penampang Lintasan</title>
		<link>http://edenclubunai.org/penampang-lintasan.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/penampang-lintasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[categories]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Rinjani]]></category>
		<category><![CDATA[peta topografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.</p>
<p>Beberapa manfaat penampang lintasan :<br />
1.    Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan<br />
2.    Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan<br />
3.    Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu<br />
4.    Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.</p>
<p>Langkah-langkah membuat penampang lintasan:<br />
1.    Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus<br />
2.    Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.<br />
3.    Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.<br />
4.    Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.<br />
5.    Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.<br />
Ingatlah hai engkau penjelahan alam :<br />
1.    Take nothing, but pictures [jangan ambil sesuatu kecuali gambar]<br />
2.    Kill nothing, but times [jangan bunuh sesuatu kecuali waktu]<br />
3.    Leave nothing, but foot-print [jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki]</p>
<p>dan senantiasa ;<br />
1.    Percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa<br />
2.    Percaya kepada kawan [dalam hal ini kawan adalah rekan pegiat dan peralatan serta perlengkapan, tentu saja juga harus dibarengi bahwa diri kita sendiri juga dapat dipercaya oleh “teman” tersebut dengan menjaga, memelihara dan melindunginya]<br />
Percaya kepada diri sendiri, yaitu percaya bahwa kita mampu melakukan segala sesuatunya dengan semaksimal mungkin</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/penampang-lintasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Burangrang Eden Club 2008 Bag. 5</title>
		<link>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 03:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[aromatherapy]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[candle wholesale]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>
		<category><![CDATA[sunset beach]]></category>
		<category><![CDATA[tape]]></category>
		<category><![CDATA[waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian Burangrang Eden Club 2008
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB
JAL: Laporan Perjalanan
Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja
Curug Eden sebelum di eksploitasi th [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendakian Burangrang Eden Club 2008<br />
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB<br />
JAL: Laporan Perjalanan</p>
<p>Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola<br />
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma<br />
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja</p>
<p>Curug Eden sebelum di eksploitasi th 1997</p>
<p>setelah melewati curug Eden kami beserta rombongan dipandu oleh ketua Eden Club (lelaki yg tdk pernah<br />
lepas kupluknya kecuali saat berdoa) melewati hutan pinus yg udah tinggi sekitar 7 meter pdhl waktu 10<br />
tahunan yg lalu baru sekitar 1 meteran Bang Alvi, Bang Johny ingat kan. Setelah itu kami nembus jalan<br />
raya yg biasa membawa kita ke Situ Lembang dan Pos pembayaran telah kami lewati jauh dibelakang.<br />
Sekedar info Bow.. gubug itu bukan yg dulu kita foto-an sama Efi Gulo dan Fenti yg latar belakangnya<br />
kebun teh tapi jauh kedepannya pas tikungan/pengkolan pertama di lembah Burangrang.<br />
Edeners!! ini lokasi hutan pinus diatas Curug Eden yang kemarin kita lewati sebelum nembus jalanan.<br />
ngk nyangka kan bisa seperti itu sekarang..orang yang paling jauh berdiri adalah gw.</p>
<p>Tepat dibelakang Gubug inilah lokasi kami akan menanjak ledih dari 45 derajat arah barat daya&#8230;jalurnya memang top<br />
banget ngk bakalan nyangka deh ada jalur seperti itu dan langsung nembus hampir setengah jalan..tapi tanjakannya itu<br />
loh..bikin napas senin kemis&#8230;suer (salut buat yg punya jalur &#8230;.Edeners UNAI)</p>
<p>Kami berpose sejenak untuk meyakinkan diri bahwa kami..walaupun sudah rada tua tp masih punya semangat muda<br />
dan kami ingin memberikan motovasi kepada yg lain bahwa usia tidak menjadi kendala utk mencintai alam ciptaan Tuhan.<br />
Perhatikan tatapan Pak Solaiman melihat jalur yg akan kami daki..mampukah kami??????????????</p>
<p>Setelah minum dan sedikit mengaso, kami mempersiapkan diri menanjak&#8230;dimulailah perjuangan itu. Dalam hati masa sih<br />
ada jalur pendakian dari sisi ini? tp akhirnya ngikut aja..boro-boro mau fotoan napas aja udah mau putus&#8230;ngak lagi deh<br />
gw kapok naik burangarang&#8230;gw bilang ini deh yg terakhir gw naik gunung (hehehe&#8230;bulan ini..bulan depan dst tetep..) biasa<br />
omelan sesat. Tapi setelah dapat jalur yang datar mulai kekesalan dan rasa cape itu terobati..walaupun terseok2 paling belakang<br />
gw coba terus berjalan sekedar membuktikan pada diri sendiri dan Edeners yg lain bahwa gw dulu pernah gesit, hebat dan mampu<br />
untuk sekedar melewati jalur2 seperti ini.</p>
<p>Satu puncak demi puncak yang lain terlewati walaupun berada paling buntut..gpp..egp..biar dibilang lelet ya sudahlah..<br />
Perjalanan dilewati sambil ngobrol dan bercanda..Bintang, Edlong, Pak Solaiman memimpin di depan karena mereka sudah tidak<br />
tahan dan tampaknya kangen sekali utk secepatnya mendekap puncak burangrang..Rici dan rekan2 lainnya mobile..keatas kebawah<br />
sambil memberikan semangat termasuk kepada gw..&#8221;ayo Bang..kamu bisa!&#8221; begitu ucapan mereka. Nah Pas sudah setengah jalan terlewati<br />
ada suatu tragedi: &#8220;Monica kram!!!!!!!!!!!&#8221; yah begitu kabar yg gw terima dari Rici dkk..trus gw tanya siapa yg nemenin dibawah mereka<br />
bilang bertiga perempuan semua Ida, Monic dan Grace kalau ngk salah. Trus gw bilang kok ngk ada cowok yg nemenin gimana sih<br />
kasihan kan ntar gmn kalau ada monyet yg ganggu mereka? Trus mereka ada bw makanan ngk? ada katanya</p>
<p>Tapi itulah mungkin para cowok merasa cewek2 eden orangnya mandiri dan kuat2 kok. iya sih tp eniwei mereka juga manusia..wanita<br />
yg lemah dan butuh perhatian dan kasih sayang dari lawan jenisnya at least ada yg nemenin gitu lohh&#8230;Tapi akhirnya kami semua yg 23<br />
orang lainnya terus berjalan..naik turun hingga sampai ditebing yg sebelah kanannya adalah jurang dimana kita ingat tempat ini seperti<br />
tanjakan setan kalau di G. Gede. Dengan sigap ketua Eden Club dan staffnya memasang tali kernmantel pink yang tahun 1997 lalu<br />
dibeli oleh Edlong dkk dari ujung satu ke ujung yg lain ditambatkan dari pohon ke pohon sbg pengaman buat yg naik. Kerja yg baik dan inisiatip.</p>
<p>Kami satu persatu meniti tali itu hanya 20 meteran dari tali itulah puncak burangrang yg megah telah menanti kami&#8230;dan begitu gw nongolin kepala<br />
sudah kelihatan seorang Edeners sedang berteriak2 diatas tugu sambil buka baju&#8230;akhirnya sampai juga&#8230;setelah 11-12 tahun tidak menyambangimu<br />
oh&#8230;puncak burangrang&#8230;we are coming back to see you..to hold you&#8230;&#8230;(weleh..weleh..)</p>
<p><!-- Start code --><br />
<script src="http://www.mypagerank.net/services/sbt/sbt.php" type="text/javascript"></script><br />
<!-- End code --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
