<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eden Club Unai &#187; peta</title>
	<atom:link href="http://edenclubunai.org/tag/peta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edenclubunai.org</link>
	<description>Kelompok Pencinta Alam dan Pendaki Gunung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2009 08:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengetahuan Dasar Navigasi Darat</title>
		<link>http://edenclubunai.org/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[kontur]]></category>
		<category><![CDATA[navigasi darat]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[topografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.<br />
Pada prinsipnya navigasi adalah cara menentukan arah dan posisi, yaitu arah yang akan dituju dan posisi keberadaan navigator berada dimedan sebenarnya yang di proyeksikan pada peta.<br />
Beberapa media dasar navigasi darat adalah :<br />
Peta<br />
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.<br />
Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :<br />
•    Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta<br />
•    Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta<br />
•    Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya<br />
•    Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.<br />
•    Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).<br />
•    Legenda peta ; adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.</p>
<p>Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960.<br />
Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.<br />
Koordinat<br />
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :<br />
1.    Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) ; Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30″), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60″).<br />
2.    Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM) ; Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1 mm).</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survival kits</title>
		<link>http://edenclubunai.org/survival-kits.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/survival-kits.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[kontur]]></category>
		<category><![CDATA[navigasi darat]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[ponco]]></category>
		<category><![CDATA[senter]]></category>
		<category><![CDATA[survival kits]]></category>
		<category><![CDATA[topografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Survival kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat digunakan selama perjalanan.
Beberapa contoh survival kits adalah :
•    Mata pancing /kait
•    Pisau / sangkur / vitrorinoc
•    Tali kecil
•    Senter
•    Cermin suryakanta, cermin kecil
•    Peluit
•    Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air [tube roll [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Survival kits adalah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan sebagai alat berjaga-jaga bila terjadi keadaan darurat atau juga dapat digunakan selama perjalanan.</p>
<p>Beberapa contoh survival kits adalah :<br />
•    Mata pancing /kait<br />
•    Pisau / sangkur / vitrorinoc<br />
•    Tali kecil<br />
•    Senter<br />
•    Cermin suryakanta, cermin kecil<br />
•    Peluit<br />
•    Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air [tube roll film]<br />
•    Tablet garam, norit<br />
•    Obat-obatan pribadi<br />
•    Jarum + benang + peniti<br />
•    Ponco / jas hujan / rain coat<br />
•    Lain-lain</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/survival-kits.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan mendaki gunung</title>
		<link>http://edenclubunai.org/67.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/67.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[matras]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[ransel]]></category>
		<category><![CDATA[sleeping bag]]></category>
		<category><![CDATA[tenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.
•    Kesiapan mental.
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya.
•    Kesiapan fisik.
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan [sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persiapan umum untuk mendaki gunung antara lain kesiapan mental, fisik, etika, pengetahuan dan ketrampilan.<br />
•    Kesiapan mental.<br />
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya.<br />
•    Kesiapan fisik.<br />
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan [sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya]. Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.<br />
•    Kesiapan administrasi.<br />
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.<br />
•    Kesiapan pengetahuan dan ketrampilan.<br />
Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC [emergency medical care] praktis.<br />
Perencanan pendakian.<br />
Hal pertama yang ahrus dilakukan adalah mencari informasi. Untuk mendapatkan data-data kita dapat memperoleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki.<br />
Selanjutnya buatlah ROP (Rencana Operasi Perjalanan). Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa, perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah ROP secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya.<br />
Intinya dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan :<br />
■ Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.<br />
■ Mempelajari medan yang akan ditempuh.<br />
■ Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.<br />
■ Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.<br />
■ Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa.<br />
Perlengkapan dasar perjalanan<br />
■ Perlengkapan jalan : sepatu, kaos kaki, celana, ikat pinggang, baju, topi, jas hujan, dll.<br />
■ Perlengkapan tidur : sleeping bag, tenda, matras dll.<br />
■ Perlengkapan masak dan makan: kompor, sendok, makanan, korek dll.<br />
■ Perlengkapan pribadi : jarum , benang, obat pribadi, sikat, toilet paper / tissu, dll.<br />
■ Ransel / carrier.<br />
Perlengkapan pembantu<br />
■ Kompas, senter, pisau pinggang, golok tebas, Obat-obatan.<br />
■ Peta, busur derajat, douglass protector, pengaris, pensil dll.<br />
■ Alat komunikasi (Handy talky), survival kit, GPS [kalo ada]<br />
■ Jam tangan.<br />
Packing atau menyusun perlengkapan kedalam ransel.<br />
•    Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya.<br />
•    Masukkan dalam kantong plastik.<br />
•    Letakkan barang barang yang ringan dan jarang penggunananya (mis : Perlengkapan tidur) pada yang paling dalam.<br />
•    Barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil.<br />
•    Tempatkan barang barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan badan / punggung.<br />
•    Buat Checklist barang barang tersebut.</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/67.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
