<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eden Club Unai &#187; waterbom</title>
	<atom:link href="http://edenclubunai.org/tag/waterbom/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edenclubunai.org</link>
	<description>Kelompok Pencinta Alam dan Pendaki Gunung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2009 08:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Resection</title>
		<link>http://edenclubunai.org/resection.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/resection.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 08:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[javascript]]></category>
		<category><![CDATA[resection]]></category>
		<category><![CDATA[waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).
Tidak setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).<br />
Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.<br />
Langkah-langkah melakukan resection:<br />
1.    Lakukan orientasi peta<br />
2.    Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah<br />
3.    Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).<br />
4.    Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.<br />
5.    Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.<br />
6.    Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.</p>
<p>Intersection<br />
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.<br />
Langkah-langkah melakukan intersection adalah:<br />
1.    Lakukan orientasi peta<br />
2.    Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.<br />
3.    Bidik obyek yang kita amati<br />
4.    Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta<br />
5.    Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3<br />
6.    Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.</p>
<p>Azimuth &#8211; Back Azimuth</p>
<p>Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:<br />
•    Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth adalah azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º<br />
•    Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya adalah 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, diperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º</p>
<p>Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man-biasa digunakan untuk “Kompas Bintang”). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.<br />
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:<br />
1.    Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.<br />
2.    Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.<br />
3.    Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.<br />
4.    Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).<br />
Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man</p>
<p>Sumber Justitia. wordpres .com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/resection.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Burangrang Eden Club 2008 Bag. 5</title>
		<link>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html</link>
		<comments>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 03:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adventure Journal]]></category>
		<category><![CDATA[aromatherapy]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[burangrang]]></category>
		<category><![CDATA[candle wholesale]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[sunset]]></category>
		<category><![CDATA[sunset beach]]></category>
		<category><![CDATA[tape]]></category>
		<category><![CDATA[waterbom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edenclubunai.org/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Pendakian Burangrang Eden Club 2008
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB
JAL: Laporan Perjalanan
Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja
Curug Eden sebelum di eksploitasi th [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendakian Burangrang Eden Club 2008<br />
Minggu, 7 September 2008, 08.30 WIB<br />
JAL: Laporan Perjalanan</p>
<p>Sorry Bow pertanyaan lo gw ngk bisa jawab karena kebetulan gw ngk tertarik foto itu warung dan mushola<br />
secara masa di curug ada muchola..trus mana gereja? vihara? pura? emangnya yg perlu beribadah cuma<br />
yang pake mushola&#8230;bukan SARA ya tp realistis aja</p>
<p>Curug Eden sebelum di eksploitasi th 1997</p>
<p>setelah melewati curug Eden kami beserta rombongan dipandu oleh ketua Eden Club (lelaki yg tdk pernah<br />
lepas kupluknya kecuali saat berdoa) melewati hutan pinus yg udah tinggi sekitar 7 meter pdhl waktu 10<br />
tahunan yg lalu baru sekitar 1 meteran Bang Alvi, Bang Johny ingat kan. Setelah itu kami nembus jalan<br />
raya yg biasa membawa kita ke Situ Lembang dan Pos pembayaran telah kami lewati jauh dibelakang.<br />
Sekedar info Bow.. gubug itu bukan yg dulu kita foto-an sama Efi Gulo dan Fenti yg latar belakangnya<br />
kebun teh tapi jauh kedepannya pas tikungan/pengkolan pertama di lembah Burangrang.<br />
Edeners!! ini lokasi hutan pinus diatas Curug Eden yang kemarin kita lewati sebelum nembus jalanan.<br />
ngk nyangka kan bisa seperti itu sekarang..orang yang paling jauh berdiri adalah gw.</p>
<p>Tepat dibelakang Gubug inilah lokasi kami akan menanjak ledih dari 45 derajat arah barat daya&#8230;jalurnya memang top<br />
banget ngk bakalan nyangka deh ada jalur seperti itu dan langsung nembus hampir setengah jalan..tapi tanjakannya itu<br />
loh..bikin napas senin kemis&#8230;suer (salut buat yg punya jalur &#8230;.Edeners UNAI)</p>
<p>Kami berpose sejenak untuk meyakinkan diri bahwa kami..walaupun sudah rada tua tp masih punya semangat muda<br />
dan kami ingin memberikan motovasi kepada yg lain bahwa usia tidak menjadi kendala utk mencintai alam ciptaan Tuhan.<br />
Perhatikan tatapan Pak Solaiman melihat jalur yg akan kami daki..mampukah kami??????????????</p>
<p>Setelah minum dan sedikit mengaso, kami mempersiapkan diri menanjak&#8230;dimulailah perjuangan itu. Dalam hati masa sih<br />
ada jalur pendakian dari sisi ini? tp akhirnya ngikut aja..boro-boro mau fotoan napas aja udah mau putus&#8230;ngak lagi deh<br />
gw kapok naik burangarang&#8230;gw bilang ini deh yg terakhir gw naik gunung (hehehe&#8230;bulan ini..bulan depan dst tetep..) biasa<br />
omelan sesat. Tapi setelah dapat jalur yang datar mulai kekesalan dan rasa cape itu terobati..walaupun terseok2 paling belakang<br />
gw coba terus berjalan sekedar membuktikan pada diri sendiri dan Edeners yg lain bahwa gw dulu pernah gesit, hebat dan mampu<br />
untuk sekedar melewati jalur2 seperti ini.</p>
<p>Satu puncak demi puncak yang lain terlewati walaupun berada paling buntut..gpp..egp..biar dibilang lelet ya sudahlah..<br />
Perjalanan dilewati sambil ngobrol dan bercanda..Bintang, Edlong, Pak Solaiman memimpin di depan karena mereka sudah tidak<br />
tahan dan tampaknya kangen sekali utk secepatnya mendekap puncak burangrang..Rici dan rekan2 lainnya mobile..keatas kebawah<br />
sambil memberikan semangat termasuk kepada gw..&#8221;ayo Bang..kamu bisa!&#8221; begitu ucapan mereka. Nah Pas sudah setengah jalan terlewati<br />
ada suatu tragedi: &#8220;Monica kram!!!!!!!!!!!&#8221; yah begitu kabar yg gw terima dari Rici dkk..trus gw tanya siapa yg nemenin dibawah mereka<br />
bilang bertiga perempuan semua Ida, Monic dan Grace kalau ngk salah. Trus gw bilang kok ngk ada cowok yg nemenin gimana sih<br />
kasihan kan ntar gmn kalau ada monyet yg ganggu mereka? Trus mereka ada bw makanan ngk? ada katanya</p>
<p>Tapi itulah mungkin para cowok merasa cewek2 eden orangnya mandiri dan kuat2 kok. iya sih tp eniwei mereka juga manusia..wanita<br />
yg lemah dan butuh perhatian dan kasih sayang dari lawan jenisnya at least ada yg nemenin gitu lohh&#8230;Tapi akhirnya kami semua yg 23<br />
orang lainnya terus berjalan..naik turun hingga sampai ditebing yg sebelah kanannya adalah jurang dimana kita ingat tempat ini seperti<br />
tanjakan setan kalau di G. Gede. Dengan sigap ketua Eden Club dan staffnya memasang tali kernmantel pink yang tahun 1997 lalu<br />
dibeli oleh Edlong dkk dari ujung satu ke ujung yg lain ditambatkan dari pohon ke pohon sbg pengaman buat yg naik. Kerja yg baik dan inisiatip.</p>
<p>Kami satu persatu meniti tali itu hanya 20 meteran dari tali itulah puncak burangrang yg megah telah menanti kami&#8230;dan begitu gw nongolin kepala<br />
sudah kelihatan seorang Edeners sedang berteriak2 diatas tugu sambil buka baju&#8230;akhirnya sampai juga&#8230;setelah 11-12 tahun tidak menyambangimu<br />
oh&#8230;puncak burangrang&#8230;we are coming back to see you..to hold you&#8230;&#8230;(weleh..weleh..)</p>
<p><!-- Start code --><br />
<script src="http://www.mypagerank.net/services/sbt/sbt.php" type="text/javascript"></script><br />
<!-- End code --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edenclubunai.org/pendakian-burangrang-eden-club-2008-bag-4-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
